Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
nusantara: Kepala Bakamla RI Disambut Dengan Vallreef Saat Temui Kasal - Monday, 24 February 2020 14:27
Ekobis: INDODAX Optimis Raih Target 2 Juta Member Tahun Ini - Monday, 24 February 2020 13:54
Ekobis: 5 Tips ala Umroh.com Agar Terhindar dari Virus Corona Kala... - Monday, 24 February 2020 13:50
Life and Style: Mengintip Kreator Beauty di TikTok, Tidak Melulu Makeup Cantik - Friday, 21 February 2020 15:51
Metro: Ancol Bagikan Pupuk Kompos Ke RW 03 Cempaka Putih Timur - Friday, 21 February 2020 15:34
Ekobis: INDONESIA ARCHITECTURE CONFERENCE & EXHIBITION SIAP DIGELAR - Tuesday, 18 February 2020 06:55
Entertainment: RAPI FILMS LUNCURKAN TRAILER FILM BUCIN - Tuesday, 18 February 2020 06:50
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Aldi Dwi Prastianto : Pelarangan Kantong Plastik Membawa Peluang Usaha Bagi UMKM

Jakarta.Harianasional.com-Terhitung mulai 1 Juli 2020, pusat perbelanjaan, mini market hingga pasar tradisional di DKI Jakarta dilarang menggunakan kantong plastik sekali pakai, hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan, baik di pusat perbelanjaan, toko swalayan serta pasar rakyat.

Atas dikeluarkannya peraturan ini Aldi Dwi Prastianto selaku Sekjen Rumah SandiUno Indonesia menyambut baik atas pemberlakukan hal ini.

Lebih lanjut Aldi mengatakan, “ Pergub yang telah dikeluarkan oleh Pak Anies Baswedan ini cukup bagus dan saya sangat mendukung. Karena kantong plastik ini persoalan klasik yang berbahaya bagi lingkungan jika terus dibiarkan," tabah Aldi.

Menurut Aldi ini merupakan pemikiran Pak Anies yang jauh ke depan, bukan hanya hari ini atau bulan depan, tetapipikiran yang harus didukung,” ungkap Aldi saat ditemui diJakarta Belum lamaini.

Selain ramah lingkungan, adanya peraturan ini justru akan membuka peluang usaha baru bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Membuka ruang kreativitas untuk menciptakan pengganti kantong plastik dengan bahan yang ramah lingkungan," terang Aldi.

“Kantong plastik bisa diganti dengan tas belanja berbahan karung goni atau kain yang tak terpakai. Jika dibuat dengan menarik, saya yakin plastik akan ditinggalkan dan beralih ke kantong belanja berbahan ramah lingkungan,” terang salah satu anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini.

“Dulu kita pakai pembungkus dari daun pisang, daun jati, dan lain-lain. Kemudian kantong belanja dari anyaman bambu atau rotan. Jadi dengan adanya larangan ini, tentu jadi peluang menggairahkan kembali para pengrajin yang notebenya UMKM,” tutup CEO Prasindo Group yang dikenal konsen memberdayakan ekonomi kerakyatan dan UMKM ini.(Irv).

Donasi untuk PALESTINA

 

 

Kesehatan

Warga Senior Living Sentul Sambut World Alzheimer's Month 2019 dengan Mengikuti Fun Walk

Warga Senior Living Sentul Sambut World Alzheimer's Month 2019 dengan Mengikuti Fun Walk

Setul.Harianasional.com-Dalam rangka memperingati bulan Alzheimer dunia, komunitas ALZI Chapter Bogor...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

vivo Perkuat Inovasi Teknologi Melalui 9 Pusat Pengembangan dan Riset di Dunia

Jakarta. Harianasional.com-Perusahaan teknologi tentunya tak lengkap tanpa tim pengembangan dan riset,...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pendidikan

Prof. Dr. H Sumaryoto : Lulusan Unindra Tidak Perlu Takut dengan Revolusi Industri 4.0

Prof. Dr. H Sumaryoto : Lulusan Unindra Tidak Perlu Takut dengan Revolusi Industri 4.0

Jakarta.Harianasional.com- Revolusi Indstri 4.0 saat ini sangat trend dan menjadi pembicaraan dimana-mana...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

IIMS 2020 Menghadirkan Program Jual Beli Mobil Bekas

IIMS 2020 Menghadirkan Program Jual Beli Mobil Bekas

Jakarta. Harianasional.com-Mengingat IIMS 2020 berlangsung menjelang Lebaran 2020, program ini sangat...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com