Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Entertainment

Penayangan Film “Generasi 90-an: Melankolia” Diundur

Jakarta. Harianasional.com-Visinema Pictures mengumumkan penayangan film “Generasi 90-an Melankolia” yang rencananya dirilis pada 9 April 2020 akan diundur hingga waktu yang belum ditentukan.  Angga  Sasongko  selaku  produser  dan  CEO  dari  Visinema  Pictures  menjelaskan alasannya terkait keputusan yang diambil oleh perusahaanya tersebut.

"Cukup berat untuk kami memutuskan bahwa penayangan film ini harus mundur. Tetapi setelah berdiskusi dengan berbagai pihak termasuk eksibitor, kami sepakat untuk menunda penayangan film ini hingga suasana kembali stabil dan kondusif ," jelas Angga.

Visinema juga mengapresiasi usaha  yang dilakukan  oleh para eksibitor untuk membuat calon penonton merasa aman dan tetap nyaman selama menonton film di bioskop. Visinema berharap para calon penonton dapat bersabar untuk menantikan kisah film yang diperankan oleh Ari Ir-ham, Taskya Namya, dan Aghniny Haque ini.

"Generasi 90-an: Melankolia" diadaptasi dari buku "Generasi 90an" karya Marchella FP, sosok di balik buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" yang juga diadaptasi Visinema Pictures pada awal tahun 2020. Kisah dalam film terinspirasi dari tiga lagu tenar era 90-an dan awal 2000-an, yakni "Sephia" dari Sheila on 7, "Begitu Indah" dari Padi dan "Cintakan Membawamu Kembali" dari Dewa 19.

Film yang disutradarai Irfan Ramly bercerita tentang, Abby (Ari Irham), anak muda yang sedang mencari jadi diri dan selalu menjadikan kakaknya, Indah (Aghniny Haque) sebagai sosok yang ia kagumi.  Tiba  –  tiba, Abby  harus  menerima kenyataan  bahwa  kakaknya  hilang  dalam  sebuah kecelakaan pesawat.

Di  dalam  kesedihannya,  ia  menemukan  Sephia  (Taskya  Namya),  sahabat  kakaknya  sebagai sosok pengganti Indah. Namun benarkah kehadiran Sephia bisa membantu Abby mengikhlas-kan kakaknya atau justru membuat Abby kehilangan dirinya.

Selain diperankan oleh banyak aktor muda lain yaitu Jennifer Coppen, Wafda. Film ini juga  para aktor  hits  pada  era  90-an  seperti  Gunawan,  Marcella  Zalianty.  Frans  Mohede,  dan  Amara Mohede.

 

“Sephia”, Kolaborasi Apik Gamaliel & Jevin Julian Untuk OST Film “Generasi 90-an: Melankolia”

Jakarta.Harianasional.com- Visinema Pictures bekerja sama dengan Sony Music merilis video klip “Sephia” dari original Motion Pictures film “Generasi 90-an Melankolia”. Lagu yang dipopulerkan oleh band legendaris Sheila on 7 ini diracik ulang oleh Gamaliel Tapiheru dan Jevin Julian.

Warna vokal Gamaliel dalam lagu "Gelap Malam", yang berbeda dari biasanya berhasil menarik hati produser “Generasi 90-an Melankolia” Angga Dwimas Sasongko.

“Suara Gamaliel di lagu tersebut berbeda, menurut saya Gamaliel bisa mewakili emosi dari film 'Generasi 90-an: Melankolia'," ujar Angga.

Sementara Jevin Julian ditunjuk menjadi produser musik dalam aransemen ulang "Sephia". Jevin dianggap sesuai karena sudah punya beberapa lagu yang tergolong dark, sesuai dengan karakter yang dibutuhkan film ini.

Gamaliel mengatakan dia tak berpikir panjang ketika ditawari kesempatan untuk mengisi lagu soundtrack film arahan sutradara Irfan Ramli itu, terlebih dia memang menyukai lagu “Sephia” yang dirilis pada tahun 2000.

Ditantang untuk membawakan lagi lagu yang tak lekang dimakan waktu, penyanyi yang baru merilis single “Forever More” pada awal 2020 ini tak mau menjadikannya sebagai beban. Ia ingin mengalirkan energi bahagia bagi para pendengar, rasa yang sama ketika menyanyikan lagu “Sephia”. Gamaliel memilih untuk mempertahankan kesakralan “Sephia” dengan tidak “mengacakacaknya” terlalu berbeda dari versi asli.

“Aku ingin tetap ada pesan yang sama di dalam lagu tersebut,” ujar penyanyi yang sedang merintis jalur solo setelah berkarier bersama trio GAC.

Gamaliel tampil dalam video klip mewakili isi hati dan emosi karakter Abby (Ari Irham) si pemeran utama dalam film. “Aku berusaha menyesuaikan lagu di adegan film dan berusaha menyampaikan rasa yang ada di film tersebut.”

Sesuai judulnya, warna dominan dalam video klip adalah warna sephia yang condong ke merahkecokelatan. Video klip itu juga menampilkan potongan-potongan film “Generasi 90-an: Melankolia”.

Video klip "Sephia" digarap oleh sutradara Adriano Rudiman, jebolan London Film School dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Konsep nostalgia menjadi tema utama dalam video klip "Sephia".

"Temanya dreamy dan seluruh properti yang ada diambil dari filmnya," ujar pria yang akrab disapa Dio.

Dio mengatakan properti dari film sengaja dimasukkan ke dalam video klip untuk menjadi pengingat serta benang merah yang menghubungkan keduanya.

"Saya berharap penonton dan penikmat musik bisa suka dengan video klip 'Sephia' yang dibuat dengan gaya surealis ini," tutur Dio.

Bersamaan dengan peluncuran video klipnya, lagu “Sephia” yang dibawakan Gamaliel dapat didengarkan secara digital di platform musik mulai 17 Maret 2020.

"Generasi 90-an: Melankolia" diadaptasi dari buku "Generasi 90an" karya Marchella FP, sosok di balik buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" yang juga diadaptasi Visinema Pictures pada awal 2020.

"Generasi 90-an: Melankolia" bercerita tentang, Abby (Ari Irham), anak muda yang sedang mencari jadi diri dan selalu menjadikan kakaknya, Indah (Aghniny Haque) sebagai sosok yang ia kagumi. Tiba – tiba, Abby harus menerima kenyataan bahwa kakaknya hilang dalam sebuah kecelakaan pesawat. Di dalam kesedihannya, ia menemukan Sephia (Taskya Namya), sahabat kakaknya sebagai sosok pengganti Indah. Namun benarkah kehadiran Sephia bisa membantu Abby mengikhlaskan kakaknya atau justru membuat Abby kehilangan dirinya.

Film ini diperankan oleh banyak aktor muda diantaranya Ari Irham, Taskya Namya, Aghniny Haque, Jennifer Coppen, Wafda. Tak hanya menghadirkan aktor muda berbakat, film ini juga dilengkapi dengan penampilan dari para aktor hits pada era 90-an seperti Gunawan, Marcella Zalianty. Frans Mohede, dan Amara Mohede.

"Generasi 90-an: Melankolia" akan tayang pada 9 April 2020 di bioskop seluruh Indonesia.

 
 

NusantEro Big Band Padukan Musisi Lintas Generasi melalui Kolaborasi Karya Komposer ternama

Jakarrta.Harianasional.com-Mengaransir lagu karya komposer masa lalu dalam nuansa kekinian mungkin sudah umum terjadi. Namun jika lagu-lagu dari berbagai daerah di negara Eropa dan Indonesia disajikan dalam nuansa yang mudah untuk dinikmati, siapapun yang mendengarkannya tidak hanya terhibur, namun juga terhanyut dalam narasi dan emosi dari keharmonisan berbagai lantunan musik tersebut.

Hal itulah yang dihasilkan melalui NusantEro Big Band, yang dibentuk oleh Uni Eropa dan negara-negara anggotanya. NusantEro merupakan kolaborasi 24 musisi jazz ternama dari Indonesia dan Eropa yang mempersembahkan karya memukau dari sejumlah komposer ternama, baik yang berasal dari Indonesia (Gesang, Ismail Marzuki dan Maladi ) maupun Eropa seperti karya Nino Rota (Italia), J.S. Bach (Jerman), Toots Thielemans (Belgia), Krzysztof Komeda (Polandia), Charles Trenet (Perancis), Jens Winther (Denmark) dan lain sebagainya.

Deretan lagu-lagu yang akrab di telinga masyarakat Indonesia seperti Bengawan Solo, Als de orchideen bloien (Bunga Anggrek) dan Di Bawah Sinar Rembulan siap menghibur Anda. Selain itu musik klasik seperti Minuet in G dikemas ulang dengan aransemen melodis dan lirik dalam berbagai Bahasa oleh Nita Aartsen. Ada pula La mer  yang lebih dikenal sebagai lagu standar jazz ‘Beyond the Sea’, dinyanyikan dalam Bahasa Prancis oleh trio akapela dari Indonesia ; Arief Dharma, Zaky Tifano dan Yohanes Raka.

Sebagai lagu daerah asal Betawi 'Jali-Jali'  dibawakan dengan sangat meriah dan penuh kejutan lewat pelopor gamelan mulut asal Bali, Made Wardhana. Lagu folklore ’Dear old Stockholm' yang sudah dikenal lewat aransemen musisi jazz Amerika seperti Miles Davis dan John Coltrane, juga dibawakan di panggung untuk merepresentasikan negara asal lagu tersebut, Swedia.

Kekayaan perpaduan tersebut merupakan perwujudan dari semboyan yang sama antara 'Bhinneka Tunggal Ika' dari Indonesia dan 'Unity in Diversity' dari Uni Eropa. Untuk itu NusantEro juga menghadirkan musisi lintas generasi. Generasi muda direpresentasikan oleh gitaris Brandon Julio,  pemain harmonika Rega Dauna dan vokalis asal Indonesia; Yohanes Raka & Zaky Tifano. Sementara untuk generasi tua (kelahiran tahun 60-an) diwakili oleh Danilo Moccia peniup trombon asal Switzerland,  vokalis Belanda Alexander dan Gerard Kleijn pemain trompet yang juga berasal dari Belanda).

Keterwakilan lintas generasi dan keragaman karya serta negara asal musisi ini merupakan upaya Uni Eropa untuk misi diplomasi budaya melalui jalur musik sehingga dapat diterima oleh semua generasi.

Untuk mengenal mereka lebih dalam, bersama ini kami lampirkan profil seluruh musisi

 
 

RAPI FILMS MERILIS OFFICIALPOSTER DAN TRAILER FILM BUCIN

Jakarta.Harianasional.com-Setelah merilis teaser trailer pada minggu lalu, Rapi Films kini meluncurkan official poster dan trailer film Bucin. Bertempat di CGV FX Sudirman, acara ini dihadiri oleh sutradara sekaligus pemain Chandra Liow, dan beberapa pemain lainnya seperti Andovi da Lopez, Tommy Limmm, Susan Sameh, Karina Salim, Widika Sidmore, dan Kezia Aletheia.

Bucin bercerita tentang empat sekawan yakni Andovi da Lopez, Chandra Liow, Tommy Limmm, dan Jovial da Lopez yang selalu dianggap bucin (budak cinta).

Kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti kelas anti bucin agar bisa menjalani hubungan yang lebih dewasa bersama pasangan masing-masing. Tanpa mereka ketahui, metode pengajaran cinta yang diajar Vania (Susan Sameh) malah mengancam mereka dan pasangannya.

"Gue pingin kalian nonton ini terus liat apakah lo sebucin Andovi, Tommy, atau Jovi," ucap Andovi.

"Karakter aku ini dia lebih posesif banget dan suka take a granted," ujar Widika.

"Kenapa aku mau ngambil film ini karena buat nunjukkin orang bahwa kita ga bucin itu ga gampang," terang Susan.

"Jadi gue punya tingkat kebucinan yang berbeda. Karena gue satusnya udah tunangan, itu yang bikin bucin gue lebih tinggi dari mereka," ujar Tommy.

"Aku belum pernah meranin karakter kaya gini. Ketika dikasih tau Candra karakternya gini-gini jujur aku pengen muntah," ucap Karina.

"Karakter Cila sendiri lumayan beda sama aku, kalo menurut Cila love is forgiving and understanding," kata Kezia yang berperan sebagai Cila.

Film yang diproduseri oleh Gope T Samtani dan Executive Producer Sunil Samtani dan Jovial da Lopez ini akan tayang serentak pada 26 Maret 2020 di bioskop seluruh Indonesia

 
 

Musisi Indonesia dan Eropa menggabungkan kemahiran melalui NusantEro Big Band di ajang Jakarta International BNI Java Jazz Festival

Jakarta.Harianasional.com-Kebudayaan dan kontak antar warga adalah bagian integral dari kemitraan kuat yang menghubungkan Indonesia dan Eropa.

Hari ini, musik adalah yang mempertemukan kita. Untuk pertama kalinya, Big Band Jazz gabungan Eropa dan Indonesia akan tampil di Jakarta International BNI Java Jazz Festival.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket, menuturkan: “Musik terbukti dapat menyatukan banyak orang. Pada kesempatan ini, NusantEro Big Band menyandingkan musisi Indonesia dengan musisi Eropa. Bersama, mereka akan mempersembahkan karya klasik dari berbagai daerah dan negara mereka. Ini suatu perwujudan dari semboyan yang sama antara 'Bhinneka Tunggal Ika' dari Indonesia dan 'United in Diversity' dari Uni Eropa. Saya sangat senang dengan sumbangsih NusantEro untuk Java Jazz Festival ”.

NusantEro Big Band merupakan kolaborasi 25 musisi jazz ternama dari Indonesia, Belgia, Denmark, Jerman, Hongaria, Italia, Belanda, Polandia, Slovakia, Spanyol, Swedia dan Swiss. NusantEro Big Band dipimpin oleh pengarah musik, pianis dan vokalis jazz ternama Indonesia, Nita Aartsen.

NusantEro akan mempersembahkan aransemen baru lagu-lagu Indonesia dan Eropa terkenal dari komposer seperti Charles Trenet, Christ Kayhatu, Eric Satie, Ernst Bader & Klaus Gunter Neumann, Gesang, Ismail Marzuki, Jens Winther, Johann Sebastian Bach, Krzysztof Komeda, Maladi, Nino Rota dan Toots Thielemans, dengan sentuhan nada tradisional Jawa, Bali dan Betawi.

Proyek budaya ini didukung oleh Kedutaan Besar Belgia, Denmark, Jerman, Hongaria, Italia, Belanda, Polandia, Slovakia, Swedia dan Swiss, serta Delegasi Uni Eropa.

 
 

Page 1 of 22

Donasi untuk PALESTINA

 

 

Kesehatan

Warga Senior Living Sentul Sambut World Alzheimer's Month 2019 dengan Mengikuti Fun Walk

Warga Senior Living Sentul Sambut World Alzheimer's Month 2019 dengan Mengikuti Fun Walk

Setul.Harianasional.com-Dalam rangka memperingati bulan Alzheimer dunia, komunitas ALZI Chapter Bogor...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

Peluncuran Game Legend of Kingdoms – The Next Generation 5v5 MOBA

Peluncuran Game Legend of Kingdoms – The Next Generation 5v5 MOBA

Jakarta. Harianasional.com-Di penghujung bulan Maret ini, para pecinta game MOBA di tanah air kembali...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pendidikan

Prof. Dr. H Sumaryoto : Lulusan Unindra Tidak Perlu Takut dengan Revolusi Industri 4.0

Prof. Dr. H Sumaryoto : Lulusan Unindra Tidak Perlu Takut dengan Revolusi Industri 4.0

Jakarta.Harianasional.com- Revolusi Indstri 4.0 saat ini sangat trend dan menjadi pembicaraan dimana-mana...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

IIMS 2020 Menghadirkan Program Jual Beli Mobil Bekas

IIMS 2020 Menghadirkan Program Jual Beli Mobil Bekas

Jakarta. Harianasional.com-Mengingat IIMS 2020 berlangsung menjelang Lebaran 2020, program ini sangat...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com