Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
nusantara: Kepala Bakamla Terima Audiensi DPP Geomaritim - Friday, 24 May 2019 17:13
nusantara: Bekraf Gandeng 25 Pemda dan 3 Asosiasi Kembangkan Ekraf - Friday, 24 May 2019 16:56
nusantara: Bakamla - Australia Border Force Gelar Latma - Thursday, 23 May 2019 17:33
Ekobis: Luminor Hotel Gandeng MNCtv Berbagi Bersama Anak Yatim - Thursday, 23 May 2019 03:25
nusantara: 120 Personel Bakamla Dapatkan Kenaikan Pangkat Berkala - Wednesday, 22 May 2019 09:33
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

DPP KAI Versi “Tjoetjoe S H“ Setuju RUU Segera Disahkan

Jakarta,Harianasional.com-Dalam rangka menyikapi, merespon dan mendukung RUU Advokad ,Dewan Pimpinan Pusat   KAI (Kongreas Advokat Indonesia) versi  yang  terpilih Presiden  Tjoetjoe S Hernanto mengadakan acara silatuhrahmi  yang di gelar di hotel Sultan Jakarta(15/9). Dalam ajang silatuhrahmi di hadiri oleh para senior advokat antara lain  Adnan Buyung Nasution, Todung Lubis ,  Aprillia Supaliyanto, Frans Hendrawinata,  Presiden  Tjoetjoe S Hernanto

Para advokat senior Indonesia setuju RUU Advokat segera disahkan menjadi UU pengganti UU Advokat.Dalam jumpa pers Senior Advokat Buyung Nasution mengatakan "Sangat penting untuk dapat segera disahkan agar dapat menyelesaikan beragam persoalan profesi Advokat saat ini", ujar Adnan Buyung Nasution

Buyung menambahkan , memang ada dinamika yang berkembang. Namun senior Advokat menyadari perlunya Undang- undang yang melindungi memprotect profesi para Advokat Indonesia. "Agar kedepannya Advokat lebih baik, berkualitas dan mandiri dan sistim singel bar yang dianut saat ini tidak memberikan jalan keluar sama sekali bagi persoalan Advokat, ungkap Adnan Buyung

Konsep awalnya adalah ada satu wadah tunggal, singel bar. Tentu saja dalam benak kita tetap akan demokratik. Bukan seperti sekarang oligarki, seolah menjadi milik satu orang. Anak ini (Otto) lupa pada cita-cita mulia Advokat", paparnya.

Di tempat yang sama Todung Mulya Lubis menambahkan, persoalan singel bar atau multi bar, muncul karena ada para Advokat yang tidak setia pada cita-cita Advokat. Hal tersebut menjadi semakin nyata manakala ternyata sistem singel bar tidak mampu menyelesaikan persoalan dalam advokat.

"Kondisi objektif Indonesia, tidak mungkin advokat ditampung hanya dlm wadah tunggal", ujarnya.Kegagalan singel bar, lanjut Todung, membuka pintu kondisi objektif dimana multi bar memungkinkan.

"Memang lantas bagaimana mekanisme pengawasannya? Ini tidak perlu dikhawatirkan. Karena akan ada DAN (Dewan Advokat Nasional) yang mengatur standarisasi kode etik, standarisasi pelatihan dll. Ini jalan keluar yang fair yg tidak mergikan organisasi advokat", jelasnya.

Dengan singel bar selama ini, tambah Todung, maka bukan hanya advokat yang dirugikan namun juga masyarakat pencari keadilan.

"Singel bar juga terbukti menghambat advokat muda untuk menjalankan profesinya. Dan yang lebih dirugikan adalah pencari keadilan yang tidak mendapat akses untuk mendapatkan keadilan", tegasnya.

Frans Hendrawinata menambahkan, Undang-undang Advokat,yang ada saat ini juga terbukti menumbuh kembangkan mafia pengadilan. "Harus ada Revolusi mental, dan revolusi mental ini hanya dengan RUU Advokat itu disahkan", imbuhnya.

Lantas adakah jaminan RUU Advokat akan lebih baik dari UU Advokat yang ada ?
Tidak ada jaminan, tapi memberi harapan. Sekarang kita ingin ada harapan atau seperti sekarang tidak ada harapan", lanjut Adnan Buyung.
KAI justru mendesak disahkannya RUU Advokat yang akan menggantikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.Kalau RUU Advokat disahkan, maka akan menjadikan profesi advokat profesional, independen dan bermartabat," jelas Presiden KAI Tjoetjoe Sandjaja Hernanto

Tjoetjoe mengatakan dengan disahkannya RUU Advokat maka tidak ada wadah tunggal profesi advokat. Dan  pihaknya setuju dengan pembentukan Dewan Advokat Nasional (DAN) yang dibentuk menjadi regulator bagi kesamaan etika profesi advokat yang bertugas mengatasi beberapa organisasi advokat.Dewan Advokat Nasional berfungsi sebagai dewan kehormatan etik yang berfungsi mengatur regulasi advokat seperti pengawasan dan perekrutan advokat," papar dia.

KAI menilai RUU Advokat memenuhi analisa akademik serta meningkatkan harkat dan martabat advokat. Maka dengan adanya RUU Advokat justru akan menambah independensi profesi advokat itu sendiri.Jika RUU Advokat itu tidak disahkan akan menjadi preseden buruk bagi DPR. Sebaliknya, jika dapat disahkan maka akan menjadi prestasi monumental DPR," tandas Tjoetjoe.

Donasi untuk PALESTINA

 

 

Kesehatan

3 Steps to Reach Your Body

3 Steps to Reach Your Body

Jakarta.Harianasional.com-WRP dan Shopee Indonesia hari ini membuka rahasia mudahnya wanita Indonesia...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

“Bersama Rayakan Kemenangan” Kampanye vivo untuk Hari Raya

Jakarta.Harianasional.com-Ramadan yang sedang berjalan dan hari raya yang akan segera menjelang identik...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pendidikan

Perpustakaan Kota Bogor Terima Sumbangan Buku Untuk KOLECER

Perpustakaan Kota Bogor Terima Sumbangan Buku Untuk KOLECER

Bogor.Harianasional.com-Perpustakaan Kota Bogor hari ini (17/5/2019) menerima sumbangan buku untuk KOLECER...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

Kontrol Technology, Filosofi Hankook dalam Menghadirkan Ban Berkualitas

Jakarta.Harianasional.com-Ban adalah komponen penting dalam kendaraan yang berfungsi sebagai satu-satunya...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com