Cara Ternak Keroto

Cara Ternak Keroto

Mengenal Lebih Dekat Tentang Keroto, Ternak yang Menjanjikan

Halo Sobat Ternak 👋

Ternak keroto mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, sebenarnya ternak ini sangat menjanjikan untuk dibudidayakan. Simak artikel lengkapnya berikut ini untuk mengenal lebih dekat tentang keroto.

Pendahuluan Tentang Keroto

Keroto (Amblyrhynchus cristatus) adalah jenis kura-kura laut yang hidup di perairan Kepulauan Galapagos, Ekuador. Hewan ini memiliki ciri khas berupa leher dan kepala yang sangat panjang dibandingkan dengan spesies kura-kura laut lainnya.

🐢 Salah satu fakta menarik, keroto mampu berenang hingga ke darat dan bergelantungan di tebing batu pantai untuk mencari makan. Karena kemampuannya ini, keroto disebut sebagai “kura-kura vampir”.

Keroto menjadi salah satu fauna endemik yang dilindungi di Kepulauan Galapagos. Namun, ternak keroto tetap boleh dilakukan dengan catatan tidak boleh diambil langsung dari alam liar.

Budidaya keroto banyak dilakukan dengan tujuan konservasi, menyelamatkan populasi liar yang semakin berkurang akibat perburuan dan hilangnya habitat. Selain itu, keroto juga diternakkan untuk memenuhi permintaan pasar sebagai hewan peliharaan eksotis.

Jika Anda tertarik untuk menekuni bisnis ternak keroto, berikut ini panduan lengkap mulai dari memilih bibit, kandang, pakan, hingga pemasaran yang bisa menjadi referensi.

Memilih Bibit Keroto yang Baik

Umur Bibit

Pada umumnya, keroto muda dengan rentang umur 1-5 tahun lebih disukai pembudidaya sebagai bibit. Semakin muda usia keroto, maka akan semakin mudah beradaptasi pada lingkungan kandang budidaya.

Usia 2-4 tahun dianggap paling ideal sebagai calon induk keroto. Saat itu, organ reproduksinya diperkirakan belum aktif sehingga masih mampu tumbuh dengan optimal untuk mencapai ukuran besar.

Jenis Kelamin

Keroto jantan dan betina sama-sama bisa dipelihara. Namun beberapa peternak lebih memilih keroto betina sebagai bibit untuk kemudian dikawinkan dengan pejantan setelah dewasa.

Selain karena ukuran tubuhnya yang lebih kecil, keroto betina juga dianggap memiliki sifat lebih jinak bila dibandingkan dengan yang jantan. Sehingga diharapkan lebih mudah dalam pemeliharaannya.

Sehat dan Bebas Penyakit

Kondisi kesehatan menjadi faktor utama dalam memilih calon bibit yang baik. Pastikan memilih keroto dengan tubuh utuh, tidak cacat, lincah, serta mata yang cerah.

Hindari memilih bibit dengan mata sayu, gerakan lamban, atau terdapat luka pada tubuhnya karena bisa jadi sedang sakit atau terinfeksi penyakit. Periksa pula bagian bawah tempurungnya, seharusnya tidak ada kerusakan.

Merawat Keroto di Kandang

Membangun Kandang yang Nyaman

Kandang harus dirancang senyaman mungkin menyerupai habitat alami keroto, yakni pantai berbatu dengan kondisi lembap. Gunakan bahan seperti kayu atau bambu yang kuat tetapi tidak berbau tajam.

Atap kandang dibuat dari anyaman bambu agar sirkulasi udara dan sinar matahari bisa masuk dengan cukup. Selain itu harus kedap air agar keroto terlindung dari hujan.

Bagian lantai dihamparkan pasir pantai setebal 10-15 cm. sebaiknya juga dibuat landai ke arah kolam air payau dengan kedalaman 60 cm yang berfungsi sebagai tempat berenang dan minum keroto.

Suhu dan Kelembapan

Kondisi di dalam kandang harus tetap hangat dan lembap. Suhu ideal antara 25-28 derajat Celsius. Tingkat kelembapan sebaiknya dijaga minimum 70%.

👆Jika suhu turun dr 25°C atau kelembapan kurang dari 70%, bisa menyebabkan keroto susah makan, stres hingga sakit. Oleh karena itu kandang sebaiknya diletakkan di tempat teduh & terlindung angin.

Kebersihan

Jaga kebersihan kandang agar keroto terhindar dari bakteri & parasit berbahaya. Bersihkan kotoran dan sisa makanan yang menumpuk setiap hari.

Setidaknya sebulan sekali lakukan pembersihan menyeluruh pada lantai, dinding dan peralatan kandang menggunakan antiseptik hewan.

Memenuhi Nutrisi Keroto

Jenis Pakan

Di habitat aslinya, keroto memakan rumput laut, ganggang, moluska, krustasea, ikan kecil, telur penyu, dan bangkai. Agar tumbuh sehat, berikan variasi pakan serupa di kandang.

🥬 Pakan hijauan seperti kangkung, bayam, selada, berbagai jenis rumput laut kering potongan kecil.

🍤 Pakan hewani seperti udang kering, kepiting, sotong, cumi kering, cacing tanah, atau bangkai ayam.

Jumlah Pemberian

Pemberian pakan disesuaikan usia & bobot tubuh. Keroto dewasa diberi pakan 100 gr per ekor setiap 2 hari. Sedangkan anakan 50-80 gr per ekor setiap hari.

👍 Pastikan jumlahnya cukup namun tidak berlebihan agar tidak busuk & membuat kualitas air menurun.

Wadah Pakan

Sediakan wadah pakan dangkal agar memudahkan makan. Letakkan di area kering kandang, jangan terlalu dekat dengan kolam. Setelah makan ambil sisa pakan yang tidak dimak

Perkembangan dan Perkawinan

Pertumbuhan Keroto

Keroto termasuk hewan yang tumbuh lambat. Ukuran tubuh dewasa dicapai setelah berumur sekitar 20-25 tahun dengan berat 4-5 kg dan panjang sampai 1 meter.

Selama masa pertumbuhan, keroto sangat rentan stres sehingga pemeliharaannya pun harus hati-hati. Pastikan nutrisi selalu terpenuhi agar menunjang perkembangan fisik yang sempurna.

Memasuki Masa Produktif

Keroto betina mulai memasuki masa reproduktif pada usia 8-15 tahun, sedangkan yang jantan 12-15 tahun. Ciri-ciri keroto betina dewasa antara lain tubuh membesar dan tempurung belakang melebar.

Begitu pula keroto jantan yang siap kawin, ditandai dengan ekor memanjang tegak dan warna lebih gelap dibanding yang masih muda. Ukuran dan bobot tubuhnya pun jauh lebih besar.

Kawin dan Bertelur

Keroto berkembangbiak dengan bertelur seperti kura-kura pada umumnya. Pejantan mengejar dan menaiki betina untuk kemudian kopulasi yang bisa berlangsung hingga 15 jam.

Pada musim kawin, betina dapat menghasilkan 5-16 butir telur yang akan dieramkan selama 2-4 bulan hingga menetas. Penetasan telur memerlukan suhu hangat dan kelembapan tinggi di sarang pasir yang sudah disiapkan.

Pemasaran dan Bisnis Keroto

Saat ini permintaan pasar terhadap keroto cukup tinggi, baik untuk koleksi peliharaan maupun sebagai bahan ekspor. Harga keroto liar di pasaran mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per ekor tergantung ukuran.

👆 Peluang bisnis keroto terbilang cerah karena populasi liar semakin langka. Selain itu pembudidayaannya relatif lebih mudah dan resiko gagal rendah jika dibandingkan dengan hewan langka lain seperti komodo.

Strategi Pemasaran

Membangun jejaring luas dengan para kolektor dan exporter hewan langka bisa menjadi kunci sukses memasarkan keroto hasil budidaya Anda.

Saat ini banyak pula transaksi penjualan yang berlangsung secara online. Jadi, memanfaatkan media sosial dan platform digital turut membantu memperluas akses ke konsumen.

Analisis Keuntungan

Modal awal untuk kandang dan peralatan diperlukan sekitar Rp 15 jutaan. Belum termasuk biaya bibit Rp 300 ribuan per ekor.

Setelah berproduksi, Anda bisa meraup keuntungan lebih dari 100% karena harga jual keroto bisa mencapai Rp 3 juta per ekor.

Modal Awal Rp 15.000.000
Bibit (10 ekor) Rp 3.000.000
Pakan Per bulan Rp 500.000
Biaya operasional Rp 200.000
Harga Jual Per ekor Rp 3.000.000
Keuntungan Bersih Rp 26.300.000 (Per tahun)

Kesimpulan Budidaya Keroto

Keroto memiliki prospek menguntungkan untuk dikembangkan. Selain karena harganya yang tinggi, permintaan pasar pun terus meningkat seiring populasi liarnya yang makin terancam.

👉 Namun, kesabaran tetap diperlukan mengingat keroto termasuk hewan yang tumbuh lambat. Butuh waktu bertahun-tahun bagi keroto muda untuk bisa berkembangbiak dan menghasilkan keuntungan.

Apabila budidaya keroto ingin Anda tekuni, diperlukan kesungguhan dalam merawatnya mulai dari kandang, pakan, hingga manajemen keseh

You May Also Like

About the Author: administrator